: Unlike many books that focus solely on the Fiqh (jurisprudence) of what breaks a fast, Izzuddin bin Abdissalam focuses on the Maqashid (purposes). He outlines how fasting serves as a mechanism for "tazkiyatun nafs" (purification of the soul) and increasing "taqwa" (God-consciousness).

Perut yang kosong membantu pikiran lebih fokus dalam beribadah dan tadabbur. 3. Adab dan Etika Berpuasa

Jadi, sebelum Ramadhan tiba, luangkan waktu untuk mencari, mengunduh, dan membaca kitab ini. Karena puasa yang sesungguhnya bukanlah menahan perut, melainkan menahan seluruh anggota tubuh dari apa yang Allah larang, demi meraih cita-cita tertinggi seorang hamba: .

Maqashid as-Shaum (Tujuan-Tujuan Puasa) adalah karya monumental dari Syaikh Izzuddin bin Abdissalam , yang sering dijuluki sebagai Sulthanul Ulama (Rajanya para Ulama). UIN SUNAN KALIJAGA

Anda dapat menemukan terjemahan atau ringkasan kitab ini melalui beberapa platform berikut: E-Book Resmi: Anda bisa mengunduh versi ringkas atau e-book melalui Penerbit Qaf yang menyediakan materi kajian mendalam terkait kitab ini. Terjemahan Scribd: Tersedia dokumen terjemahan publik di Scribd - Terjemah Maqosidu Siyam yang merangkum poin-poin penting dari teks aslinya. Analisis Artikel: