Raihan menandai bagian-bagian yang menyentuh: frasa-frasa tentang kejujuran berbicara, tentang seni berdalih yang halus, tentang bahaya kata-kata yang merusak reputasi. Ia terkejut menemukan catatan kaki berbahasa Indonesia yang menjelaskan rujukan rujukan klasik—nama-nama sarjana, riwayat penggunaan istilah, bahkan perdebatan kecil tentang terjemahan sebuah metafora. Pengalihbahasaan itu terasa seperti diskusi lintas masa antara penerjemah dan pembaca.
Anda dapat mengakses terjemahan maupun naskah asli melalui beberapa tautan berikut: terjemahan kitab al asybah wan nadhoir pdf
Berisi indeks dan nasihat Imam As-Suyuthi. tentang seni berdalih yang halus